PENGAWASAN K3 MEKANIK

BAB I
PENDAHULUAN

Pemakaian peralatan mekanik di dunia industri semakin pesat guna menunjang produktivitas perusahaan. Bersamaan itu pula potensi bahaya juga akan semakin tinggi apabila pemahaman dan penanganan mesin oleh operator kurang memadai. Pengujian dan pemeriksaan kelayakan mesin sangat diperlukan guna mengetahui kesiapan mesin sebelum dioperasikan.

Peraturan perundangan yang akan dibahas secara garis besar dalam topik ini mencakup aspek K3 mulai proses pembuatan, pemasangan, pemakaian dan perawatan, termasuk inspeksi dan pengetesan. Diharapkan dengan adanya peraturan yang sudah ditetapkan, perusahaan memberikan analisis secara tepat terhadap mesin-mesin produksi yang digunakan, melakukan identifikasi bahaya dan resiko serta menentukan strategi untuk mengontrol bahaya tersebut.

BAB II
PENGAWASAN K3 MEKANIK

A. Pengertian
Pengawasan K3 mekanik adalah serangkaian kegiatan pengawasan dan semua tindakan yang dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan atas pemenuhan pelaksanaan peraturan perundang-undangan terhadap objek pengawasan K3 mekanik di tempat kerja.

Pesawat tenaga dan produksi
1. Penggerak mula. Salah satu penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik.
2. Turbin. Mesin penggerak dimana energi fluida kerja dipergunakan langsung untuk memutar roda turbin.
3. Perlengkapan transmisi tenaga mekanik
Speed reducer: Alat yang digunakan untuk memindahkan daya dan putaran mesin baik putarannya berlawanan maupun searah, yang mempunyai beberapa keuntungan:
• Dapat menurunkan putaran mesin dari yang cepat ke lambat tanpa mengubah konstruksi mesin/pesawat penggerak
• Dapat memindahkan daya dengan cepat dan tepat
• Dapat menghasilkan suatu putaran mesin searah atau berlawanan arah dengan mesin/pesawat penggeraknya
• Dapat menghasilkan kedudukan poros sejajar saling tegak lurus maupun vertical

Kerugiannya adalah:
• Konstruksinya memerlukan tempat tersendiri
• Pembuatan agak sulit
• Daya yang ditransmisikan akan mengalami penurunan oleh karena adanya kerugian dari gesekan yang timbul

4. Mesin perkakas kerja dan mesin produksi. Menurut gerakannya, dibagi menjadi :
• Mesin perkakas kerja gerak utama berputar
• Mesin perkakas gerak utama lurus

5. Mesin gerinda. Alat untuk proses pemotongan logam ke dalam suatu bentuk tertentu dengan menggunakan roda gerinda yang padat.
Syarat-syarat pemasangan batu roda gerinda :
• Sebelum dipasang harus diperiksa ada atau tidaknya keretakan batu roda gerinda
• Pemasangan harus dengan 2 flens
• Diameter flens sekurang-kurangnya 1/3 dari diameter batu
• Flens harus mampu menahan tegangan lengkung yang terjadi
• Flens harus seimbang
• Salah satu flens harus terikat pada poros

6. Mesin pres. Mesin yang digerakkan secara mekanis atau dengan bantuan kaki dan tangan operator dan digunakan untuk memotong, melubangi, membentuk dan merangkaikan bahan logam atau bukan logam dengan menggunakan stempel yang terpasang pada batang-batang luncur.
Cara pengamanan mesin pres :
• Kurungan pada stempel
• Membatasi jarak jalan luncur stempel
• Perlindungan pintu geser yang terkunci oleh mekanisme pengendaliannya
• Knop 2 tangan
• Pengaman tarik 2 tangan
• Alat-alat Bantu yang dilengkapi dengan perlindungan-perlindungan yang memenuhi syarat

7. Tanur/dapur. Dapat dijumpai di tempat-tempat kerja pengolahan logam yaitu fabrikasi besi kasar dimana proses pengolahannya berlangsung dalam dapur baja dan fabrikasi besi tuang.
Sumber bahaya yang timbul :
• Terpapar panas langsung
• Menyemburnya cairan besi
• Peledakan tanur (tempat pengapian)

8. Pondasi mesin. Berfungsi sebagai penyangga mesin yang ada di atasnya baik keadaan bekerja maupun tidak.
Syarat-syarat :
• Bentuk dan konstruksi kokoh dan muat mendukung beban/berat mesin
• Pondasi dibuat dari bahan yang tahan lama dan tidak mudah hancur
• Tidak boleh terpengaruh oleh keadaan di luar pondasi
• Terletak di atas tanah yang cukup keras

9. Pesawat angkat dan angkut
Peralatan Angkat:
a. Hoisting machinery: Alat angkat dimana dikonstruksi hanya untuk mengangkat dan menurunkan
b. Crane: Alat untuk mengangkat, gabungan dari roisting machine yang dipasang pada suatu frame atau konstruksi khusus sebagai penunjang dalam fungsinya sebagai alat pengangkat
c. Elevator: Alat angkat yang bekerja secara periodic dan mempunyai alat angkat tertentu

Alat Pengangkut:
Alat pengangkut dibagi dalam 3 group :
• Hoisting Equipment
• Conveying Equipment
• Surface and Overhead Equipment

Derek / Crane:
Menurut jenis konstruksinya terbagi atas :
• Derek jembatan
• Portal crane
• Semi portal crane
• Cantilever
• Jib crane
• Pillar crane
• Mobile crane, truck crane
• Cable crane

B. Sumber Bahaya
1. Pesawat tenaga dan produksi
Penanganan lingkungan dan bahan :
• Tata letak mesin
• Lantai harus dirawat dengan baik
• Lorong-lorong terusan diberi tanda
• Cukup ruang kerja di sekitar mesin
• Mesin ditempatkan sedemikian rupa sehingga menerima penerangan buatan atau alami
• Dibuat ketentuan untuk membuang limbah
Pemeliharaan dan pengawasan
• Dilakukan secara berkala
• Melarang mengadakan perbaikian mesin yang sedang berjalan
• Setiap pergantian shift, operator harus mengadakan pemeriksaan terhadap mesinnya yang mencakup :
– control operasi
– peralatan pengaman
– kekuatan penggerak dan roda gigi
– ketajaman sisi pemotong dan lain-lain yang banyak digunakan

2. Pesawat angkat dan angkut
Sumber bahaya:
• Kesalahan desain
• Kesalahan pemasangan
• Kesalahan pemakaian
• Kesalahan perawatan
• Tidak pernah diperiksa dan diuji
• Daerah lingkungan tidak aman

Sumber-sumber bahaya tersebut dapat menimbulkan bahaya kecelakaan, antara lain :
• Penggunaan alat tidak sesuai dengan fungsinya
• Konstruksi tidak kuat/memenuhi syarat
• Safety devices/alat pengaman tidak berfungsi
• Tenaga kerja tidak terampil
• Lingkungan kerja tidak memenuhi syarat

C. Pencegahan Kecelakaan Kerja
Tahapan sebelum mengoperasikan crane:
• cocokan sertifikat layak pakai crane serta perlengkapan angkatnya
• lakukan pemeriksaan awal sebelum crane dioperasikan
• laksanakan pengoperasian crane dengan betul
• bagaimana mengoperasikan crane untuk beban normal
• bagaimana mengoperasikan crane dengan beban kritis
• bagaimana caranya menghadapi adanya bahaya sewaktu mengoperasikan crane
• bagaimana caranya memeriksa peralatan angkat crane

D. Syarat-syarat K3
1. Pengamanan-pengamanan yang harus direncanakan, dibuat dan dilaksanakan sehingga:
• Memenuhi kebutuhan perlindungan yang positif
• Mencegah pendekatan terhadap semua wilayah yang berbahaya selama pekerjaan dilakukan
• Tidak mengganggu keamanan dan ketenangan bagi operator
• Tidak mengganggu jalannya produksi
• Dapat digunakan secara otomatis atau dengan sedikit usaha
• Sesuai untuk pekerjaan dan mesin
• Lebih disenangi dalam bentuk sudah terpasang
• Tidak mengganggu kebutuhan meminyaki mesin, pemeriksaan, penyetelan dan perbaikan
• Paham terhadap pemakaian jangka panjang dengan sedikit perawatan
• Tahan terhadap pemakaian secara normal dan dalam keadaan shock
• Tahan lama, tahan api dan tahan korosi
• Tidak menimbulkan bahaya, tanpa pinngiran atau sudut yang tajam dan kasar, atau sumber-sumber bahaya kecelakaan lainnya
• Melindungi kecerobohan pemakaian yang tidak terduga

2. Pengaman dan biaya produksi
Prinsip:
• Menemukan cara yang efektif untuk menjalankan mesin
• Pengamanan mesin yang memudahkan dan melindungi pekerja

3. Pengaman mesin yang langsung terpasang
Dapat dikatakan bahwa pengaman mesin yang langsung terpasang lebih murah dan efektif dari pengaman yang harus dipasang kemudian oleh si pemakai.

4. Perlengkapan keselamatan kerja keran angkat
• Dynamometer “Martin Dekker”
• Load Indikator
• Indicator Perata
• Unit bel dan lampu peringatan
• Indicator : beban dan radius

E. Teknik Pemeriksaan dan Pengujian
• Memahami betul pengertian pemeriksaan dan pengujian
• Melatih diri untuk mengisi contoh-contoh formulir

BAB III
PENUTUP

Dengan adanya materi pelatihan seperti ini diharapkan petugas pengawas dan calon ahli K3 mengenal dan memahami sifat mesin (alat angkat dan angkut), serta resiko yang timbul, sehingga dapat menerapkan sistem kontrol yang tepat dan aman terhadap penggunaan mesin.

Click to download

Resume Materi 7 Pengawasan K3 Mekanik

Iklan

About NOF TONI WASKITO

WORKING AS HSE OFFICER DI PT WIKA GEDUNG. KULIAH DI MAGISTER PROMKES JURUSAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

2 responses »

  1. rakhmad berkata:

    salam kenal,
    sangat membantu pengawasan k3 dunia yang baru saya kenal….
    terima kasih NOF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s